Lompat ke konten
Teknisi MikroTik

Hotspot & voucher MikroTik: profil, masa aktif, cetak voucher

Wifi jadi punya pintu: kode voucher, batas waktu, dan kuota yang benar-benar jalan.

Estimasi waktu
90–150 menit. Kalau Mikhmon ikut dipasang dan diuji, tambahkan sekitar 30 menit.
Harga
Mulai dari Rp 450.000
Dikerjakan oleh
Agil Bayu Sagita

Masalah yang diselesaikan

  • Wifi dibagi ke tetangga dan pembeli tanpa kendali; password berubah pun tetap tersebar.
  • Sudah ada hotspot, tapi voucher cetaknya manual satu per satu dan sering salah ketik.
  • Masa aktif voucher tidak berhenti di tengah jalan — pelanggan tetap bisa login setelah harinya habis.
  • Satu voucher dipakai di banyak perangkat sekaligus, jadi kuota habis jauh lebih cepat dari perhitungan.

Lingkup kerja

Yang kamu bayar, ditulis satu per satu.

  1. 1Menyiapkan hotspot server (lewat wizard atau konfigurasi manual, tergantung kondisi jaringan yang ada).
  2. 2Profil user: batas kecepatan, jumlah perangkat bersamaan (shared users), masa aktif, dan kuota bila diminta.
  3. 3Halaman login memakai template bawaan yang sudah dirapikan; penyesuaian warna dan nama usaha seadanya.
  4. 4Pembuatan user massal dari daftar kode voucher, plus panduan cetak (layout siap cetak A4).
  5. 5Mikhmon opsional: kalau dipakai, saya siapkan sisi router dan tunjukkan cara menjalankannya; aplikasinya tetap di komputer/HP kamu, bukan di server saya.
  6. 6Uji login, logout, habis masa aktif, dan habis kuota — satu per satu, bukan diasumsikan.
  7. 7Backup + export konfigurasi dan catatan profil voucher yang dipakai.

Yang tidak termasuk

Ditulis terang-terangan supaya tidak ada biaya kejutan di tengah pekerjaan.

  • Billing online dengan payment gateway (QRIS/transfer otomatis) — itu pekerjaan aplikasi, bukan konfigurasi router.
  • Desain halaman login kustom dari nol (logo, ilustrasi, multi-halaman).
  • Aplikasi kasir atau pencatatan penjualan voucher.
  • Bandwidth management untuk pelanggan PPPoE — paket terpisah.
  • Perangkat wifi tambahan, kabel, atau pemasangan access point di lokasi.

Yang saya butuhkan dari kamu

  • Akses admin router, dan router dengan RAM cukup (hotspot + user manager butuh ruang).
  • Daftar paket voucher: durasi, harga jual, batas kecepatan, dan jumlah perangkat per voucher.
  • Keputusan mau pakai Mikhmon atau cukup halaman hotspot bawaan.
  • Jendela waktu 2–3 jam; sebaiknya di luar jam ramai karena semua klien akan terputus sementara.
  • Nama usaha dan nomor yang mau dicetak di voucher.

Cara hasil dibuktikan

Sesi belum dianggap selesai sebelum empat hal ini ditunjukkan ke kamu.

Tangkapan layar daftar user aktif dan satu voucher yang sedang login.
Uji masa aktif: voucher dengan durasi 1 jam saya biarkan habis, lalu tunjukkan penolakan login.
Uji batas perangkat: login kedua dari perangkat lain ditolak sesuai shared users.
File export konfigurasi dan layout voucher siap cetak.

Pertanyaan yang sering masuk

Mikhmon itu wajib?

Tidak. Tanpa Mikhmon, voucher dibuat lewat user list router dan dicetak dari layout yang saya siapkan. Mikhmon membantu kalau kamu sering menambah voucher dan ingin antarmuka yang lebih mudah.

Bisa voucher otomatis habis berdasarkan kuota, bukan waktu?

Bisa, tapi perlu dipilih salah satu sebagai dasar: masa aktif atau kuota. Dua-duanya bisa aktif bersamaan dengan aturan mana yang lebih dulu menghabiskan voucher — ini saya tanyakan sebelum konfigurasi.

Klien saya banyak yang pakai HP, apa perlu setting tambahan?

Biasanya cukup shared users 1–2 dan redirect halaman login. Kalau ada keluhan "connected but no internet" di HP tertentu, itu bagian yang saya cek saat uji, bukan setelah ditinggal.

Hotspot saya sudah jalan, cuma berantakan. Bisa dirapikan tanpa memulai dari nol?

Bisa. Saya ekspor dulu konfigurasi yang ada, lalu rapikan profil dan aturan yang bentrok. Kalau ternyata lebih aman dibangun ulang, saya bilang terus terang sebelum mengerjakan.